Oleh: Patrick C. Friman, Ph. D
Boys Town Behavioral Health Services
Banyak orang tua mulai khawatir ketika mereka berpikir untuk mengajarkan anaknya menggunakan toilet. Cerita-cerita mengenai pelatihan penggunaan toilet bisa dipengaruhi oleh orang tua kita juga. Contohnya, orang tua mendengar banyak cerita tentang anak-anak yang mulai berlatih menggunakan toilet pada usia enam bulan. Cerita itu sangat mengada-ngada, seorang anak yang belum bisa berjalan tidak mungkin dapat menggunakan toilet tanpa bantuan orang lain. Atau, seorang ibu mendengar dari kerabatnya ketika masih kecil, dia dengan mudah belajar menggunakan toilet tanpa pernah celaka sedikitpun. Cerita-cerita tersebut membuat orang tua merasa bahwa tidak terlalu sulit untuk menentukan kapan anak bisa mulai belajar menggunakan toilet. Padahal, banyak orang tua masih bingung apakah anak mereka sudah siap untuk diajarkan menggunakan toilet.
Kami akan membantu Anda melewati masa ini dengan memberikan informasi praktis yang bisa membantu Anda melakukan pelatihan penggunaan toilet kepada anak Anda dengan lebih menyenangkan dan menjadi sebuah pengalaman yang menarik.
Lupakan tentang Dongeng.
Anda bisa melatih menggunakan toilet dengan efektif dan efisien jika Anda menerapkan beberapa prinsip dasar. Lakukan empat hal ini sebelum Anda memulai pelatihan penggunaan toilet:
Tenang. Melatih menggunakan toilet dibutuhkan kesiapan orang tua. Terlalu memaksa dan emosional dalam proses ini akan membuat proses ini tidak mudah bagi Anda dan anak Anda. Perlu diingat, tidak seperti makan, tidur, dan bermain, proses ini bukanlah proses yang dilakukan secara alami ketika anak Anda menggunakan toilet. Anak Anda tidak akan selalu bekerjasama dengan Anda selama melatihnya, jadi jangan terlalu memaksa. Tenang dan sabarlah, dan biarkan anak Anda mencerna apa yang Anda berikan.
Menunggu. Sebagian besar anak berlatih ketika mereka telah berusia 2, 3 atau 4 tahun. Beberapa ada yang dibawah usia tersebut, tapi untuk lebih aman, tunggulah sampai anak Anda berusia paling tidak 2 tahun.
Pastikan Anda siap. Benar Anda mau mencarikan setiap toilet di setiap toko, restoran atau setiap jalan yang Anda lalui? Apa Anda sudah siap untuk menyediakan waktu Anda untuk selalu mengantar anak Anda ke toilet? Apakah masa sibuk Anda di kantor telah lewat? Apakah pekerjaan rumah Anda benar-benar sudah berjalan dengan baik? karena hal ini akan terus berlangsung selama berminggu-minggu ke depan.
Pastikan anak Anda telah siap. Lihat juga apa anak Anda telah siap untuk hal ini. Kadang, orang tua dan keluarga terlalu memaksakan kehendak mereka untuk segera mungkin melatih anak Anda menggunakan toilet sebelum ada tanda yang jelas apakah anak sudah siap atau belum. Anak Anda belum siap, jika:
- Anak Anda mengatakan bahwa Ia ingin menggunakan celana yang lebih besar.
- Anak Anda menginginkan mainan mobil seperti yang Anda iming-imingi.
- Anak Anda telah bermain seharian di kursi bermain tanpa mengompol.
Seperti apa jika telah siap?
Usia: Anak Anda paling tidak sudah berusia 20 bulan dan lebih baik lagi telah berusia 2 tahun.
Kesiapan fisik: Anak Anda sudah bisa mengambil sebuah objek, menaikkan atau melepaskan celananya, dan berjalan dengan mudah dari ruang ke ruang lainnya.
Kesiapan saluran buang air: anak Anda sudah bisa mengetahui waktu pipisnya, pipis empat sampai enam kali sehari, dan menjaga untuk tidak ngompol terlalu banyak. Jika masih ngompol (7 sampai 10 per hari), Anda harus menunggu.
Kesiapan bahasa: Anak Anda sudah harus mengerti bahasa-bahasa yang digunakan ketika ingin pipis, kata seperti “pipis”, “celana”, “toilet”. Jika belum mengerti, sebaiknya Anda harus menunggu.
Kesiapan instruksi: Anak Anda harus sudah mampu memahami instruksi-instruksi sederhana, seperti “kemarilah” dan “duduklah.” Ini penting karena anak Anda akan mengikuti apa yang Anda instruksikan.
Kesadaran untuk buang air: Anak Anda akan mengindikasikan bahwa ia sadar ketika ingin pipis. Anak-anak biasanya memberikan tanda tidak melalui kata-kata, tapi tingkah laku – mimik muka ingin pipis, atau pergi ke suatu tempat jika merasa ingin pipis.
Mencapai Kesiapan Anak Anda.
Anda bisa menggunakan langkah-langkah ini yang bisa membantu anak Anda ketika suatu saat memulai melatih menggunakan toilet.
Biarkan anak Anda melihat Anda. Anak Anda bisa belajar banyak bagaimana menggunakan toilet dengan benar dengan melihat orang tuanya. Sering-seringlah mengajak anak Anda ikut ke dalam toilet. Gunakan kata yang mudah untuk menjelaskan apa yang Anda lakukan. (contoh: “Mama ingin pipis di toilet”)
Ajarkan anak Anda untuk memakai dan melepas celananya. Anda bisa melakukan ini secara bertahap ketika sedang memakai pakaian ke mereka. Untuk Anak perempuan misalkan, Anda pertama membantu melepas celananya, kemudian biarkan Ia menurunkan dan melepasnya sendiri tanpa bantuan anda. Ini mungkin membutuhkan berminggu-minggu, tapi ini sangat berguna. Nantinya, jika telah mulai melatih menggunakan toilet Anda akan senang jika anak Anda telah mampu melepaskan celananya sendiri.
Membantu anak Anda belajar mengikuti instruksi Anda. Pastikan Anda mendapatkan perhatian anak Anda ketika memberinya instruksi. Segera berikan pujian jika ia mengikuti apa yang Anda mau. Jika ia belum mampu seperti yang Anda bilang, arahkan dengan benar sampai selesai. Jika ia mulai menangis, biarkanlah. Anda bisa mengajarkannya lagi nanti.
Menyiapkan kloset. Beberapa minggu atau bulan sebelum memulai menggunakan toilet. Siapkan sebuah kloset yang bisa digunakan anak Anda dengan baik. Taruh di dalam kamar mandi atau di ruangan lain sehingga ia bisa belajar mengenalinya. Biarkan anak Anda terbiasa untuk menggunakannya bahkan dengan pakaian lengkap, sehingga akan memudahkan nantinya.
Pujilah Anak Anda. Setiap kali anak Anda melakukan hal yang benar, berikanlah apresiasi kepadanya, pastikan ia tahu bahwa Anda menyukainya. Gunakan kata-kata yang tepat dan sesuai, seperti “wah, Kamu pintar bisa melepas celana sendiri.” Atau, berikan senyuman, pelukan atau ciuman. Perhatian ini akan mengajarkan anak Anda bahwa Anda menyukai tindakan baik yang dilakukannya.
Sumber: www.parenting.org
Minggu, 09 Mei 2010
Bahaya pampers pada bayi?
Apakah benar penggunaan pampers secara terus menerus dapat menyebabkan anak menjadi impotent?
anak saya sekarang berusia 4 bulan dan saya sudah memakaikan pampers sejak dia usia 2 bulan.
DELLA ANNA the Campanulla:
Hi,
apakah pampers/popok bayi yg terbuat dari kertas tissue itu akan menjadi penyebab impoten pada bayi HAL INI SAMA SEKALI TIDAK BENAR.
oleh karena itu diharapkan kita memperhatikan hal hal dibawah ini;
- kenakan bayi pampers yang sesuai dengan usia bayi, dalam arti tidak kekecilan.
oleh karena pampers yang ukurannya kecil memang memberi sirkulasi ruang menjadi panas
- gantilah secara rutin pampers yang telah tercemar oleh urin dan BAB. dengan pampers yang baru dan bersih
- pakailah '' sudo cream '' untuk mencegah alergi pampers pada kulit yg diakibatkan urin dan BAB
- sekalah dengan washlap bersih bagian pantat bayi dan bagian gential bayi 2 kali sehari dan pakailah powder baby
- jangan biarkan bayi dengan pampers yang sama selama berjam-jam
thnx
stardust:
bukan impoten tapi ruam popok, tapi kalo diganti scr rutin gpp kok, kl dia BAB harus lgs diganti, kl pipis, diganti kl pipisnya dah banyak, jgn dibiarin seharian dgn pampers yg basah, trus pas ganti pampersnya itu kira2 1-2 menit dibiarin kena udara dulu pantat di bayi sblm pampersnya dipakein
tapi kl bisa seh bergantian ama popok kain, kalo malas basah2an di kasur, skrg kan ada jual popok plastik untuk pelapis, yah emang harus rajin utk ganti popoknya
painkill...:
Emang udah ada penelitiannya?
Lukman H:
apakah bisa menyebabkan impoten saya belum tahu, tapi kalau menyebabkan iritasi; iya. dan itu terjadi pada anak saya (karena bepergian jauh sehingga terlambat mengganti) juga pernah terjadi pada keponakan saya.
saran saya :
gunakan seperlunya (keadaan darurat saja); atau
jika memang memakai pampers karena alasan praktis & nggak ribet, maka yang perlu diperhatikan:
1. mengganti sebelum penuh (dengan sering mengontrolnya);
2. sesuaikan ukurannya dan peruntukannya (skrg ada yg khusus untuk "boy/girl")
dengan tujuan menjaga agar kulit bayi tidak sampai terluka (iritasi) akibat kuman & bakteri yang muncul karena kelembaban berlebih
semoga membantu
Menik:
Yang terpenting kita selalu sering ganti dan jangan terlalu sering sehari penuh pakai pampers, jadi tidak sampai ada bakteri2 masuk yang mengakibatkan adanya gejala2 suatu penyakit.
@imoetz:
Lam kenal................
"The constant pressure against the skin reduces the blood supply to that area cause decrease blood flow, and these affected cells tissue inactive (stiff, rigid cause of Lack of Oxygen), pains (muscle pain, inflammation, abses), muscle displacement (twisted, sprain, strain).
Contracture is a tightening of muscle,tendons, ligaments, or skin that prevents normal movement."
Ini keterangan medis kesehatan yg ada & pd kenyataannya memang akan alami kondisi seperti itu.
Selain akan alami juga iritasi pd kulitnya.
Silahkan pertimbangkan keterangan ini sbg acuan.........
Smoga info ini bermanfaat.....................
muchif:
bahaya tidak., pakainya kalau mau pergi saja dan kalau musim hujan karena bayi sering ngompol engak ada pengaruhnya terhadap pampers.
anak saya sekarang berusia 4 bulan dan saya sudah memakaikan pampers sejak dia usia 2 bulan.
DELLA ANNA the Campanulla:
Hi,
apakah pampers/popok bayi yg terbuat dari kertas tissue itu akan menjadi penyebab impoten pada bayi HAL INI SAMA SEKALI TIDAK BENAR.
oleh karena itu diharapkan kita memperhatikan hal hal dibawah ini;
- kenakan bayi pampers yang sesuai dengan usia bayi, dalam arti tidak kekecilan.
oleh karena pampers yang ukurannya kecil memang memberi sirkulasi ruang menjadi panas
- gantilah secara rutin pampers yang telah tercemar oleh urin dan BAB. dengan pampers yang baru dan bersih
- pakailah '' sudo cream '' untuk mencegah alergi pampers pada kulit yg diakibatkan urin dan BAB
- sekalah dengan washlap bersih bagian pantat bayi dan bagian gential bayi 2 kali sehari dan pakailah powder baby
- jangan biarkan bayi dengan pampers yang sama selama berjam-jam
thnx
stardust:
bukan impoten tapi ruam popok, tapi kalo diganti scr rutin gpp kok, kl dia BAB harus lgs diganti, kl pipis, diganti kl pipisnya dah banyak, jgn dibiarin seharian dgn pampers yg basah, trus pas ganti pampersnya itu kira2 1-2 menit dibiarin kena udara dulu pantat di bayi sblm pampersnya dipakein
tapi kl bisa seh bergantian ama popok kain, kalo malas basah2an di kasur, skrg kan ada jual popok plastik untuk pelapis, yah emang harus rajin utk ganti popoknya
painkill...:
Emang udah ada penelitiannya?
Lukman H:
apakah bisa menyebabkan impoten saya belum tahu, tapi kalau menyebabkan iritasi; iya. dan itu terjadi pada anak saya (karena bepergian jauh sehingga terlambat mengganti) juga pernah terjadi pada keponakan saya.
saran saya :
gunakan seperlunya (keadaan darurat saja); atau
jika memang memakai pampers karena alasan praktis & nggak ribet, maka yang perlu diperhatikan:
1. mengganti sebelum penuh (dengan sering mengontrolnya);
2. sesuaikan ukurannya dan peruntukannya (skrg ada yg khusus untuk "boy/girl")
dengan tujuan menjaga agar kulit bayi tidak sampai terluka (iritasi) akibat kuman & bakteri yang muncul karena kelembaban berlebih
semoga membantu
Menik:
Yang terpenting kita selalu sering ganti dan jangan terlalu sering sehari penuh pakai pampers, jadi tidak sampai ada bakteri2 masuk yang mengakibatkan adanya gejala2 suatu penyakit.
@imoetz:
Lam kenal................
"The constant pressure against the skin reduces the blood supply to that area cause decrease blood flow, and these affected cells tissue inactive (stiff, rigid cause of Lack of Oxygen), pains (muscle pain, inflammation, abses), muscle displacement (twisted, sprain, strain).
Contracture is a tightening of muscle,tendons, ligaments, or skin that prevents normal movement."
Ini keterangan medis kesehatan yg ada & pd kenyataannya memang akan alami kondisi seperti itu.
Selain akan alami juga iritasi pd kulitnya.
Silahkan pertimbangkan keterangan ini sbg acuan.........
Smoga info ini bermanfaat.....................
muchif:
bahaya tidak., pakainya kalau mau pergi saja dan kalau musim hujan karena bayi sering ngompol engak ada pengaruhnya terhadap pampers.
Bahaya dari penggunaan pampers?
Saya mempunyai anak yang berusia 3 bulan yang setiap hari saya pakaikan pampers secara silih berganti dan kadang-kadang dalam waktu yang lama (dari pagi sampai sore). setelah saya perhatikan tidak ada iritasi pada anak saya. yang ingin saya ketahui apakah ada bahaya lain dari penggunaan pampers selain iritasi kulit.
Anisa:
Sepanjang anak tidak mengalami alergi dan ruam pada pantatnya serta diganti segera bila sudah kelihatan penuh maka oke2 saja pakai pampers. Anak saya sekarang 4 tahun, dulu saya pakaikan popok penuh dari lahir sampai dengan usia 1.5 tahun (sampai dia dapat bilang kalau mau pipis atau pup). Alhamdulillah aman2 saja, bayi2 di negara2 maju lebih dari 90% menggunakan pampers/diapers
Yang agak berhati hati adalah ketika anak sedang diare, karena kita menjadi kurang waspada bila memakai pampers karena tidak tau sudah berapa kali pup nya. Anak tetangga saya sempat dilarikan ke rumah sakit karena dehidrasi sebab ketika bayi diare ibu tdk mengetahui sudah berapa kali si bayi pup krn pakai pampers,sampai2 anak dehidrasi.
Bahayanya justru mungkin pada kantong/ekonomi dan pada kesehatan lingkungan. pampers/diapers ini relatif mahal dan sulit diurai sehingga berpotensi menjadi limbah yang dapat merusak kesehatan lingkungan.
Law:
bahayanya sih nggak ya, cuma kulit bayi banyak yang alergi apalagi pemakaiannya terus2an,, gak bagus karena kulitnya gak bisa bernapas,, saya anjurkan mau tidur/ malam hari baru pakaiin pampers aja, kasian bayinya
Wie:
Biasanya iritasi kulit, jangan dipakai setiap saat.
Kalo mau bobo sama kalo mau jalan-jalan aja pakenya
Lessy kenshu atama ga warui:
Kalo sering memakai pampers dalam waktu lama....Pampers akan menjadi lembab sehingga bisa membuat si bayi masuk angin atau sakit perut.....
Sebaiknya pampers di pakaikan ke bayi cuma waktu tidur (itupun tengah malam harus di ganti minimal 1 X ...kita mungkin ngga sadar kalo bayi berak) dan saat bepergian jauh........
sheefa08:
bahaya lain : errm banyak wang digunakan jika di gunakan berlarutan hingga usia anak 2 tahun lamanya.... hehehe bercanda...jgn marah
tities hariyono:
bukan bahaya tapi mslh kebiasaan, ada dugaan tentang bahaya bahan pemutih(bleaching) pada bahan baku, diduga mengandung chlor (ingat peristiwa racun dioxin di eropa pada awal 2000an),chlor ini akan terpicu oleh temperatur air seni yang baru keluar (tubuh manusia 52oC), jangan menjadi kebiasaan, pakaikan temporary saja.OK semoga bermanfaat.
haniez:
kalau iritasinya ringan itu ngak masalah tapi kalau kelamaan dibiarin akan parah..sebaiknya jangan dibiasakan pake pempers terlalu lama,ya pakai seperlunya pada waktu tidur atau bepergian.Dan jg untuk melatih anak sejak dini jangan dibiasakan sering memakai pempers.
Bahaya lainnya..so pasti ngirit,harga pempers kan mahal....
:)
Anisa:
Sepanjang anak tidak mengalami alergi dan ruam pada pantatnya serta diganti segera bila sudah kelihatan penuh maka oke2 saja pakai pampers. Anak saya sekarang 4 tahun, dulu saya pakaikan popok penuh dari lahir sampai dengan usia 1.5 tahun (sampai dia dapat bilang kalau mau pipis atau pup). Alhamdulillah aman2 saja, bayi2 di negara2 maju lebih dari 90% menggunakan pampers/diapers
Yang agak berhati hati adalah ketika anak sedang diare, karena kita menjadi kurang waspada bila memakai pampers karena tidak tau sudah berapa kali pup nya. Anak tetangga saya sempat dilarikan ke rumah sakit karena dehidrasi sebab ketika bayi diare ibu tdk mengetahui sudah berapa kali si bayi pup krn pakai pampers,sampai2 anak dehidrasi.
Bahayanya justru mungkin pada kantong/ekonomi dan pada kesehatan lingkungan. pampers/diapers ini relatif mahal dan sulit diurai sehingga berpotensi menjadi limbah yang dapat merusak kesehatan lingkungan.
Law:
bahayanya sih nggak ya, cuma kulit bayi banyak yang alergi apalagi pemakaiannya terus2an,, gak bagus karena kulitnya gak bisa bernapas,, saya anjurkan mau tidur/ malam hari baru pakaiin pampers aja, kasian bayinya
Wie:
Biasanya iritasi kulit, jangan dipakai setiap saat.
Kalo mau bobo sama kalo mau jalan-jalan aja pakenya
Lessy kenshu atama ga warui:
Kalo sering memakai pampers dalam waktu lama....Pampers akan menjadi lembab sehingga bisa membuat si bayi masuk angin atau sakit perut.....
Sebaiknya pampers di pakaikan ke bayi cuma waktu tidur (itupun tengah malam harus di ganti minimal 1 X ...kita mungkin ngga sadar kalo bayi berak) dan saat bepergian jauh........
sheefa08:
bahaya lain : errm banyak wang digunakan jika di gunakan berlarutan hingga usia anak 2 tahun lamanya.... hehehe bercanda...jgn marah
tities hariyono:
bukan bahaya tapi mslh kebiasaan, ada dugaan tentang bahaya bahan pemutih(bleaching) pada bahan baku, diduga mengandung chlor (ingat peristiwa racun dioxin di eropa pada awal 2000an),chlor ini akan terpicu oleh temperatur air seni yang baru keluar (tubuh manusia 52oC), jangan menjadi kebiasaan, pakaikan temporary saja.OK semoga bermanfaat.
haniez:
kalau iritasinya ringan itu ngak masalah tapi kalau kelamaan dibiarin akan parah..sebaiknya jangan dibiasakan pake pempers terlalu lama,ya pakai seperlunya pada waktu tidur atau bepergian.Dan jg untuk melatih anak sejak dini jangan dibiasakan sering memakai pempers.
Bahaya lainnya..so pasti ngirit,harga pempers kan mahal....
:)
Langganan:
Postingan (Atom)